Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana seseorang berubah ketika ia mulai merasa lebih dari orang lain. Bukan perubahan yang terjadi dalam semalam, melainkan perubahan yang datang perlahan begitu pelan hingga ia sendiri tidak menyadarinya.
Itulah yang terjadi ketika kesombongan mulai tumbuh di dalam hati seseorang. Ia tidak datang dengan suara keras. Ia datang dalam bisikan kecil. Aku lebih baik dari mereka.
Kesombongan yang Datang Tanpa Diundang. Kita sering berpikir bahwa kesombongan hanya dimiliki oleh orang-orang yang suka pamer atau berbicara besar. Tapi kenyataannya, kesombongan bisa hadir dalam bentuk yang jauh lebih halus dari itu.
Ia hadir ketika kita mulai merasa bahwa keberhasilan kita sepenuhnya adalah hasil usaha sendiri, lupa bahwa ada banyak tangan yang pernah membantu kita berdiri.
Ia hadir ketika kita mulai enggan mendengarkan pendapat orang lain, karena merasa sudah paling tahu.
Ia hadir ketika kita mulai memilih-milih dengan siapa kita bergaul, bukan berdasarkan kebaikan hati mereka, melainkan berdasarkan apa yang bisa mereka berikan kepada kita.
Dan yang paling menyedihkan, ia hadir ketika kita mulai kehilangan rasa empati terhadap orang-orang di sekitar kita.
Kerendahan Hati yang Perlahan Menghilang. Kerendahan hati itu seperti cahaya lilin. Ia menerangi dengan lembut, tanpa menyilaukan. Tapi ketika angin kesombongan bertiup, cahaya itu perlahan meredup, hingga akhirnya padam tanpa kita sadari.
Coba kita renungkan sejenak.
Dulu, mungkin kita adalah orang yang mudah mengucapkan terima kasih. Tapi sekarang, apakah kita masih melakukannya dengan tulus. Atau kita merasa bahwa semua yang kita terima adalah hal yang memang sudah seharusnya.
Dulu, mungkin kita adalah orang yang tidak segan meminta maaf ketika salah. Tapi sekarang, apakah ego kita mengizinkan kita untuk mengakui kesalahan. Atau kita lebih memilih mencari pembenaran.
Dulu, mungkin kita adalah orang yang menghargai setiap orang tanpa memandang latar belakang mereka. Tapi sekarang, apakah kita masih melihat mereka dengan mata yang sama.
Jika jawabannya mulai berubah, mungkin itu tanda bahwa kerendahan hati kita sedang perlahan menghilang.
Mengapa Kita Perlu Waspada, Kesombongan itu seperti racun yang bekerja lambat. Ia tidak langsung membunuh, tapi ia merusak dari dalam. Ia merusak hubungan kita dengan orang lain. Ia merusak cara kita memandang dunia. Dan pada akhirnya, ia merusak diri kita sendiri.
Orang yang sombong mungkin terlihat kuat di luar, tapi sebenarnya ia rapuh di dalam. Karena ia membangun harga dirinya di atas perbandingan dengan orang lain. bukan di atas penerimaan terhadap dirinya sendiri.
Sementara orang yang rendah hati, ia tidak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Ia tahu siapa dirinya, ia tahu dari mana ia berasal, dan ia tahu bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama. tidak peduli seberapa besar atau kecil pencapaiannya.
Menjaga Kerendahan Hati Menjaga kerendahan hati bukanlah tentang merendahkan diri sendiri. Bukan tentang menolak pujian atau menyangkal pencapaian. Kerendahan hati adalah tentang kesadaran bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan sendiri dalam hidup ini.
Ada orang tua yang mendoakan kita tanpa henti. Ada teman yang mendukung kita tanpa pamrih. Ada orang-orang yang bahkan tidak kita kenal, yang secara tidak langsung telah berkontribusi dalam perjalanan hidup kita.
Ketika kita mengingat itu semua, bagaimana mungkin kita bisa sombong.
Maka, di tengah segala pencapaian dan kesuksesan yang mungkin kita raih, mari kita selalu menyisakan ruang untuk bertanya kepada diri sendiri.
Apakah aku masih orang yang sama seperti dulu yang rendah hati, yang menghargai orang lain, yang tidak lupa bersyukur.
Penutup Hidup ini adalah perjalanan panjang yang penuh dengan naik dan turun. Ada kalanya kita berada di atas, dan ada kalanya kita berada di bawah. Tapi satu hal yang perlu kita ingat posisi kita tidak menentukan nilai kita sebagai manusia. Sikap kita lah yang menentukan.
Ketika kesombongan mulai tumbuh, sadari dan hentikan sebelum ia mengakar terlalu dalam. Karena sekali kerendahan hati itu hilang, kita akan kehilangan lebih dari sekadar sifat baik kita akan kehilangan diri kita yang sesungguhnya.
Tetaplah rendah hati. Bukan karena kita tidak memiliki apa-apa, justru karena kita tahu bahwa semua yang kita miliki bisa hilang kapan saja.
Kerendahan hati bukan berarti kamu kurang dari orang lain. Kerendahan hati adalah kamu tahu bahwa kamu tidak lebih dari orang lain.
Salam hangat, Lembaran Kisah Hidupku 🌱

Tidak ada komentar:
Posting Komentar